Pembelajaran matematika di kelas X semakin menarik melalui penerapan model pembelajaran Maliu Mosikola pada materi Barisan dan Deret Aritmetika. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan keaktifan, kerja sama, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam memahami konsep matematika secara kontekstual dan menyenangkan dengan bersandar pada budaya local.
Dalam proses pembelajaran, guru mengawali kegiatan dengan memberikan permasalahan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti pola susunan kursi, kenaikan tabungan, dan pola bilangan dalam aktivitas harian. Peserta didik kemudian diajak mengamati pola tersebut dan menemukan hubungan antarbilangan secara mandiri melalui diskusi kelompok.
Model pembelajaran Maliu Mosikola memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif melalui tahapan mengamati, berdiskusi, mencoba, dan mempresentasikan hasil kerja kelompok. Suasana kelas tampak lebih hidup karena siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga terlibat langsung dalam menemukan konsep barisan dan deret aritmetika dengan mengacu pada budaya local, sehingga membuat kecintaan pada budaya semakin meningkat.