Biji katimunda yang banyak ditemukan di daerah sekitar dimanfaatkan oleh siswa sebagai bahan utama pembuatan berbagai produk kerajinan, seperti gelang, kalung, gantungan kunci, dan hiasan meja. Proses pembuatan dimulai dari pengumpulan biji katimunda, pembersihan, pengeringan, hingga perangkaian menjadi produk bernilai estetika dan ekonomis. Guru mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengolah potensi lokal menjadi peluang usaha. “Melalui praktik ini, siswa belajar bahwa bahan sederhana dari alam sekitar dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual,” ujarnya. Para siswa mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena selain menambah keterampilan, mereka juga belajar bekerja sama dalam kelompok dan memahami dasar-dasar kewirausahaan, mulai dari perencanaan produk, proses produksi, hingga perhitungan harga jual. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa kelas XI MIPA 1 dapat menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini serta lebih menghargai kekayaan sumber daya alam lokal. Karya kerajinan dari biji katimunda ini juga menjadi bukti bahwa potensi daerah dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.